Merry Riana, Seorang Gadis Pemimpi yang Menjadi Milyuner di Usia 26th

0
92
tempat kursus belajar online merry riana

Nama     : Merry Riana
Lahir      : Jakarta, 29 Mei 1980
Pendidikan         : Nanyang Technological University Singapura (1998-2002)
Penghargaan     :  Merry Riana memenangkan Indonesian Choice Awards untuk kategori Creative and Innovative Person of The Year selama satu tahun berturut-turut (2016).

“Step up! Bergeraklah lagi. Jangan menyerah. Kita tidak perlu memperhitungkan usia dan kegagalan yang telah lalu. Hari ini dan hari esok disediakan Tuhan agar kita bisa merancang peluang sukses untuk hidup ke depan. Tidak pernah ada kata terlambat!”

 Kehidupan Awal

Merry Riana merupakan salah satu motivator Indonesia perempuan yang telah diakui hingga ranah internasional. Selain dikenal sebagai motivator, Merry Riana juga dikenal sebagai pengusaha wanita yang sukses. Merry Riana lahir di Jakarta pada tanggal 29 Mei 1980 dalam keluarga yang sederhana. Ayahandanya merupakan pebisnis dan ibunya merupakan ibu rumah tangga dengan 3 orang saudara dan merupakan anak pertama. Menjadi anak pertama artinya Merry Riana menjadi tumpuan dan harapan besar bagi orangtuanya.

Setelah lulus SMA , ayah Merry memutuskan untuk mengirim anaknya melanjutkan pendidikan di luar negeri. Singapura kala itu merupakan pilihan yang masuk akal karena jarak yang dekat dan pendidikan yang relatif bagus.

Merry Riana mulai kuliah di Nanyang Tecnological University jurusan Electrical and Electronics Engineering (EEE) pada tahun 1998. Merry memilih jurusan tersebut paling masuk akal baginya, karena ia bercita-cita menjadi insinyur untuk membantu mengembangkan bisnis ayahnya. Sebelumnya Merry pernah gagal dalam tes bahasa Inggris di Nanyang Tecnological University karena kurangnya persiapan yang memadai. Akhirnya, ia meminjam dana beasiswa di Bank Pemerintah Singapura sebesar $40.000 dan ia harus melunasinya setelah lulus kuliah dan bekerja.

Dia hanya memiliki uang sebesar $10 per minggu. Dengan dana yang hanya sebesar itu Merry menyiasati dengan hanya makan mie instan di pagi hari, makan dua lembar roti tanpa selai di siang hari, dan mengikuti seminar atau perkumpulan setiap malam hanya untuk mendapatkan makan gratis, bahkan untuk minum pun ia mengambil air kran/ tap water di kampusnya. Hal itu berlangsung selama hampir tahun pertama masa kuliah, karena kehidupannya sangat kurang ia berinisiatif untuk mencari penghasilan sendiri mulai dari membagikan pamflet/ brosur dijalan, menjadi penjaga toko di toko bunga, menjadi pelayan Banquet di hotel.

Ketika memasuki tahun kedua masa kuliah, merasa hidupnya tidak ada perubahan Merry mulai membangun mimpinya. Meskipun ia tidak memiliki latar belakang dan pengalaman berbisnis, Merry mulai mengumpulkan informasi mengenai bisnis dari  mengikuti seminar dan organisasi kemahasiswaan yang berhubungan dengan bisnis.

Perjuangan Dalam Berbisnis

Hanya bermodal dengan mengikuti seminar dan organisasi kemahasiswaan Merry mulai membangun bisnisnya. Ia melakukan hal tersebut karena jika hanya memiliki pekerjaan biasa saja maka tidak akan bisa sukses dalam umur 30 tahun.

Ia mencoba dalam bisnis pembuatan skripsi, saham, MLM dan semuanya berakhir sama yaitu kegagalan. Merry juga mencoba terjun langsung ke dalam bisnis Multi Level Marketing meski akhirnya ia rugi S$200 dan S$100 ketika memutar uangnya untuk bisnis saham. Meskipun sempat terpuruk, Merry mulai bangkit dan membangun kembali bisnisnya dari awal dengan mempelajari sungguh-sungguh tentang dunia pasar.

Setelah lulus kuliah dan merasa siap, barulah Merry memutuskan untuk menekuni industri perencanaan keuangan. Ia berpikir itulah yang akan mewujudkan mimipinya dalam waktu yang relatif singkat. Bersama dengan Alva Christopher Tjenderasa yang kala itu menjadi temannya dan kini menjadi sang suami, mereka mulai menjalani usaha bersama dengan belajar dari pengalaman para pengusaha sukses.

Kemudian Merry memulai karier dari sektor penjualan di bidang jasa keuangan sebagai penasehat keuangan. Saat menjadi penasehat keuangan Ia harus menghadapi berbagai tantangan. Saat itu orang tua, dosen, serta teman-teman Merry kurang setuju dengan keputusnya karena ia belum memiliki kemampuan bahasa Mandarin, sedangkan separuh dari penduduk Singapura adalah etnik China. Tanpa merasa terbebani, Merry lebih menfokuskan diri dari pengalaman fase-fase awal kariernya. Dengan tekad bulat,  Merry bekerja selama 14 jam dalam sehari.

Financial Consultant yang Sukses

Sampai akhirnya ia sukses sebagai Financial Consultant yang menjual produk-produk keuangan dan perbankan seperti asuransi,kartu kredit, deposito,tabungan,dll. Dalam enam bulan pertama karirnya di Prudential, Merry berhasil melunasi utangnya sebesar 40 ribu dolar Singapura.

Tepat satu tahun pertamanya ia berhasil mendapatkan penghasilan sebesar 200 Ribu Dollar Singapura atau sektar 1,5 Milyar Rupiah. Merry Riana kemudian dianugrahi Penghargaan Penasihat Baru Teratas yang diidam-idamkan banyak orang yang menekuni profesi penasihat keuangan pada tahun 2003.

Kemudian di tahun 2004, prestasi Merry yang cemerlang membuatnya dipromosikan sebagai manajer. Merry lalu memulai bisnisnya sendiri setelah diangkat menjadi manajer dengan menyewa kantor dan memiliki karyawan sendiri kemudian ia mendirikan MRO (Merry Riana Organization) sebuah perusahaan jasa keuangan selain itu ia juga mendirikan MRO Consultancy yang bergerak di bidang pelatihan, motivasi serta percetakan buku yang berbasis di Singapura.

Merry Riana menerbitkan buku berjudul A Gift From a Friend pada tahun 2006 yang berisi pengalaman dan latar belakang dirinya hidup di Singapura. Buku ini menarik perhatian publik Singapura dan Asia Tenggara setelah lulus sebagai mahasiswi Nanyang Technological University Singapura yang prestasinya menghasilkan S$ 1.000.000 dengan kesuksesan Merry Riana mulai dikenal setelah muncul di artikel The Straits Times pada tanggal 26 Januari 2007 yang berjudul “She’s made her first million at just age 26” (“Ia mencapai satu juta dolar pertamanya di usia 26 tahun”). Merry Riana aktif sebagai pembicara di berbagai seminar, perusahaan, sekolah dan media massa di Singapura dan beberapa negara di Asia Tenggara. Ia dikenal giat dalam memanfaatkan belajar online dan jejaring sosial Twitter dan Instagram.

 

Comments

comments