Bupati Nikson Nababan: Sektor Pendidikan Mendapat 46 Persen dari APBD

0
9
Bupati Nikson Nababan Sektor Pendidikan Mendapat 46 Persen dari APBD

Berusahan meningkatkan SDM di daerahnya rupanya bukan hanya sebuah wacana kampanye politik seorang Nikson Nababan. Dan hal ini ternyata benar-benar dibuktikannya dengan mengalokasikan 46 persen dari APBD ke sektor pendidikan. Jumlah tersebut bukanlah hal yang kecil untuk membangun kualitas pendidikan yang lebih baik di Tapanuli Utara. Hal ini sejalan dengan prinsip Presiden Joko Widodo yang selalu menekankan revolusi mental. Salah satu yang dimaksud dalam revolusi mental sendiri adalah membangun pendidikan yang lebih baik.

Pendidikan yang baik nantinya akan membangun generasi yang pelajar yang unggul dan nantinya diharapkan bibit unggul tersebut menjadi pemegang estafet selanjutnya. Untuk membangun bangsa dan daerahnya untuk lebih maju dan berkembang. Hal itu sepertinya menjadi prioritas yang sangat di utamakan oleh Bupati Nikson Nababan. Sebaik-baiknya sistem pendidikan yang nantinya didapatkan oleh setiap pelajar alangkah lebih baik jika hal tersebut di barengi dengan penanaman akhlak yang baik. Agar dapat memutus tali hitam yang dilakukan oleh para elite politik kita saat ini yang tidak mencontohkan akhlak ketimuran yang baik.

Kaderisasi benih-benih baru untuk melanjutkan pembangunan bangsa ini lewat jalur pendidikan menjadi hal yang sangat penting dilakukan. Sadar atau tidak dari pendidikan inilah yang nantinya akan lahir putra putri terbaik yang dapat membanggakan bangsa ini. Baik di kancah nasional maupun internasional yang dapat membanggakan kita sebagai warga Negara Indonesia. Hal ini sangat disadari betul oleh Nikson Nababan selaku kepala daerah yang memimpin Tapanuli Utara saat ini. Untuk terus meningkatkan pola pendidikan bagi para penerus bangsa tersebut.

Setiap manusia berhak mendapatkan pendidikan yang layak, begitu pula yang dilakukan Nikson Nababan dalam penerapan kebijakannya. Program sekolah gratis mulai dari tingkat SD, SMP, SMA baik swasta maupun negeri. Harus disambut dengan sesuatu yang positif, karena nantinya masyarakat kita tidak ada lagi yang putus sekolah dengan alasan biaya. Putus sekolah karena alasan biaya kini menjadi cerita kelam masa lalu yang dapat dikenang sebagai sejarah kelam. Sekarang setiap anak dapat menikmati pendidikan yang setara tanpa perlu mengkhawartirkan biaya.

Pengalokasian 46 persen dari anggaran pendapatan daerah merupakan jumlah yang sangat fantastis. Sekaligus membuktikan bahwa seorang Nikson Nababan benar-benar memperhatikan kualitas pendidikan masyarakatnya. Untuk membangun Tapanuli Utara yang lebih baik dan lebih maju saat seua tugas yang telah diembannya selesai. Dan kedepannya hal tersebut menjadi kenangan manis beliau saat masa pengabdian beliau usai, dengan tak ada lagi anak putus sekolah di daerahnya. Dan tak ada lagi orang tua yang pusing memikirkan biaya sekolah anaknya karena telah terakomodasi dengan baik oleh pemerintah daerahnya.

Selain sektor pendidikan yang dibangun, rupanya Nikson Nababan telah memikirkan kesuksesan program nya ini jauh-jauh hari. Terbukti sebelum kebijakan 46 persen anggaran daerahnya untuk pendidikan diumumkan. Beliau terlebih dahulu membangun infrastruktur guna memudahkan para pelajar dengan setiap prasana yang telah diberikan demi menunjang pendidikan mereka. Sekolah gratis namun harus ditempuh dengan medan yang sangat berat dan melelahkan sama saja dengan bohong. Maka dari itu Bupati Tapanuli Utara telah menyiapkan segala sesuatunya dengan baik untuk nantinya memudahkan para pelajar menuntut ilmu demi masa depan mereka.

Pendidikan adalah hal utama yang harus dimiliki seseorang untuk meraih kesuksesan. Sama saja dengan bohong jika kita membangun lapangan pekerjaan seluas luasnya tetapi masyarakatnya memiliki kualitas pendidikan yang buruk. Pertanyaan yang terbesit adalah, untuk siapa pekerjaan tersebut di buat? Dengan pendidikan yang buruk sama saja dengan mempekerjakan seseorang yang nantinya dapat dibayar murah karena kualitas pendidikannya yang rendah. Dan hal tersebut malah menjatuhkan masyarakat pada daerah tersebut. Dan hal ini lah yang dikhawatirkan oleh Bupati Nikson Nababan, masyarakatnya tidak dibangun menggunakan pendidikan yang berkualitas dan layak.

Comments

comments